Wednesday, 05 August 2009 08:20
Ahmadinejad cari aman
WAHYU HIDAYAT

WASPADA ONLINE

MEDAN – Ahmadinejad merupakan sesosok dari latar belakang kelompok berhaluan keras, dengan kepemimpinan baru yang dipangkunya sebagai presiden Iran , diharapkan dapat merubah gaya kepemimpinannya. Demikian disampaikan analis hubungan Internasional, Surwandono kepada Waspada Online, malam tadi.

Namun, dengan melihat flatform Ahmadinejad yang begitu keras, walaupun konstituen dari masyarakat Iran masih berapresiasi penuh ke pemimpin Iran tersebut, Surwandono menilai, bahwa negara Arab semakin moderate dikarenakan Iran dinilai tidak bisa ditata.

Kecenderungan dari para kompetitor islam dan dunia Arab akan semakin jelas, “walaupun menurut fakta politik, Iran merupakan penguasa yang disegani sekarang di negara Arab untuk saat ini,” terang Surwandono.

Posisi Iran masih dalam tahap yang membahayakan, bisa jadi ada dua kemungkinan yang akan dihadapi, “ditekan dan dikucilkan supaya melunak, seperti yang pernah terjadi para Korea Utara (Korut),” jelasnya.

Untuk itu, menurut Surwandono, Ahmadinejad akan menata ulang negosiasi lion dari pada negosiasi sheep, “dalam arti, pemimpin Iran tersebut akan merubah prinsip negosiasinya ke negara luar untuk tidak menggunakan prinsip lama yang digunakan yaitu terkesan terburu-buru dan penuh ambisi tanpa pertimbangan matang setiap melakukan tindakan,” tuturnya.

Saat ini Ahmadinejad gunakan prinsip sheep plan, dengan melihat pelajaran terakhir mengenai nasib Korea Utara yang saat ini dikucilkan keberadaannya.. Prinsip yang penuh kehati-hatian untuk menghindari dari jebakan yang dapat merugikan Iran .

Dengan menggunakan prinsip tersebut, dia tidak akan buat pengembangan nuklir yang mencolok, dan mengubah poros kerjasamanya. Serta reaksi internasional akan berubah.

“ Iran lakukan teori menekan gas pelan-pelan, memastikan kepada rakyatnya bahwa nasib Iran tidak akan sama dengan nasib Korea Utara,” tandasnya.

(dat01/wol-mdn