Tuesday, 23 March 2010 18:28 PDF Print E-mail
Netanyahu tidak berhak klaim Jerusalem ibukota Israel
Warta Internasional
AGUS ZULHAMIDI
WASPADA ONLINE
(WordPress.com)

YOGYAKARTA/MEDAN – Pernyataan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu bahwa Jerusalem merupakan ibu kota negara zionis tersebut, mengundang reaksi beragam. Analis hubungan Internasional Surwandono menilai klaim tersebut irasional, sebab komunitas Internasional termasuk PBB hanya mengakui kota suci bagi agama Islam, Kristen dan Yahudi tersebut sebagai kota Internasional.

“Belum ada konvensi bahwa Jerusalem merupakan kota Yahudi, jadi Netanyahu mengklaim berdasarkan cara pandangnya sendiri,” ujar Surwandono kala dihubungi Waspada Online, sore ini.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan kepada lobi pro-Israel, siang tadi, bahwa Jerusalem bukan sebuah permukiman tetapi ibu kota Israel.

“Orang Yahudi membangun Jerusalem 3.000 tahun lalu dan kini orang Yahudi membangun Jerusalem. Jerusalem bukanlah permukiman. Itu adalah ibu kota kami,” kata Netanyahu kepada lobi pro-Israel,  AIPAC, di Washington Convention Center.

Menurut analis dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tersebut, sikap dari pemerintahan Netanyahu jelas menunjukkan mulai jauhnya realisasi perdamaian dengan Palestina.

“Pembangunan pemukiman dan tembok pembatas yang masih berlanjut hingga sekarang merupakan isu utama lainnya yang merusak upaya menghentikan perseteruan yang telah berlangsung lama ini,” imbuhnya.

Pembangunan tembok pembatas itu sendiri, jelasnya, telah menunjukkan sikap mengusir warga Palestina dari wilayah mereka sendiri. “Jika demikian, apa bedanya dengan pencuri? Dan sungguh aneh jika kita mengakui wilayah yang dicuri Israel.”

Editor: ANANTA POLITAN BANGUN