Ada contoh paparan tentang Konflik Primordial. Salah satu contohnya lihat dalam artikel berikut.

Issue Primordialis
Konflik Mindanao di periode 1960-1980 cenderung disebabkan oleh persoalan-persoalan primordialis. Peneliti seperti Cesar Adib Majul , Che Man , cenderung penyebab utama konflik Mindanao adalah perkara sentiment-sentimen ikatan primordialis. Kebijakan represif Marcos, bagi komunitas Islam di Mindanao seringkali difahami sebagai representasi kekuatan politik Katolik yang secara sengaja hendak memarginalkan Islam, demikian pula Manila senantiasa diidentikkan dengan Visayas yang memiliki makna dan representasi Katolik. daripada representasi pemerintah Filipina. Bergabung dalam kesatuan Negara Filipina, dianggap sebagai bentuk kapitulasi (tunduk) kepada komunitas Katolik.
Demikian pula dalam konteks pemerintah Filipina ataupun etnis Filipino, masyarakat Muslim di Mindanao diidentikkan sebagai bangsa yang kasar, bodoh dan tidak beradab. Keberadaan bangsa muslim di Mindanao senantiasa juga diidentikan dengan bangsa Moors di kawasan Afrika, sebuah bangsa yang pernah mengiritasi komunitas Katolik Spanyol. Pandangan negatif komunitas Katolik Spanyol terhadap bangsa Moors ini akhirnya ditransformasikan kepada komunitas Islam di Mindanao. Dalam konteks inilah, peristiwa genosida yang dilakukan oleh etnik Ilaga dan pemerintah Filipina terhadap komunitas Muslim di decade 1970-an menjadi picu besar bahwa konflik Mindanao dalam periode ini cenderung dimaknai dalam konflik primordialis.
Keterlibatan dan protes pemerintah Libya, Malaysia, Arab Saudi dan OKI dalam upaya mempertanyakan kebijakan pemerintah Filipina atas komunitas muslim Mindanao tidak lepas dari informasi yang disampaikan Nur Misuari dalam upaya menginternasionalisasi konflik Mindanao sebagai bentuk konflik Islam dengan pemerintah Filipina yang berwatakan Katolik. Dalam beberapa pidato yang disampaikan, Misuari senantiasa menekankan bahwa penderitaan kaum Muslimin akibat kebijakan represif pemerintah Filipina seperti halnya penderitaan kaum muslimin Palestina akibat kebijakan represif Israel.
Issue primordialisme juga menjadi persoalan yang serius di antara faksi di dalam MNLF pasca perjanjian Tripoli Agreement 1976. Tindakan Salamat Hashim, sebagai wakil Misuari dalam MNLF, untuk membentuk organisasi perlawanan baru (MILF) juga berangkat dari prinsip primordialis. Dalam pandangan Hashim, MNLF dan Misuari sudah tidak mencerminkan sebagai gerakan untuk pembebasan Islam, karena telah tunduk patuh dengan perjanjian Tripoli Agreement yang jelas-jelas mereduksi semangat pendirian negara Mindanao merdeka.