Organisasi Konferensi Islam adalah salah satu fihak ketiga yang intensif dalam memperjungkan penyelesaian konflik Mindanao melalui jalur perundingan. Hal ini tercermin dalam forum pertemuan organisasi konferensi Islam senantiasa memperbincankan tentang perkembangan penyelesaian konflik Mindanao. Seperti yang tercermin dalam paparan berikut:
Pertama, OIC terlibat secara langsung dalam proses persiapan Tripoli Agrement 1976. Kedua, dalam IFCM ke 8, Mei 1977, di Tripoli, Misuari resmi diundang sebagai observer dalam OIC, pasca collapsenya Tripoli Agreement 1976, Ketiga, IFCM ke 9, April 1978, Dakar, Senegal, MNLF sebagai penandatangan Tripoli Agreement 1976 diakui OIC sebagai wakil resmi Muslim di Mindanao, keempat, dalam IFCM ke 10, May 1979, di Fez , Maroko, OIC mengancam membawa masalah Mindanao ke level internasional jika pemerintah Filipina terus melakukan invasi ke Mindanao, Kelima, dalam IFCM ke 11, April 1980, OIC mendukung perjuangan Bangsamoro untuk memperoleh “self of determination rights”, keenam, dalam IFCM ke 15 di Sana’a, Yaman, Desember 1984, status MNLF dari “legitimate representative” menjadi “sole legitimate representative” pasca menguatnya MILF, ketujuh, dalam SUmmit OIC di Kuwait, 26-29 Januari 1987, Ketua MNLF menandatangani Jeddah Accord, yang berisi pemberian otonomi penuh bagi Bangsamoro yang meliputi; Basilan, Sulu, Tawi-tawi dan Palawan., kedelapan, dalam IFCM ke 17 di Amman, Jordania, dukungan untuk memaksa pemerintah Filipina untuk mengimplementasikan Tripoli Agreement 1976, dan mengutuk tindakan represif pemerintah Filipina.
Kesembilan, dalam IFCM ke 18 di Riyadh, Arab Saudi, Maret 1989, OIC memberikan otoritas Quadripartite Ministerial Committee dan Sekretaris Jendral untuk turut menyelesaikan persoalan Mindanao. Kesepuluh, dalam IFCM ke 20, di Istambul Turki, Agustus 1991, OIC mendesak pemerintah Filipina untuk mengimplementasikan Tripoli Agreement, yang telah disepakati oleh GRP, MNLF dan OIC, kesebelas, dalam IFCM ke 21, di Karachi, Pakistan, April, 1993, mendesak penyelesaian Mindanao melalui negosiasi kembali, dan keduabelas, dalam IFCM ke 22, di Casablanca, Maroko, menyiapkan pelaksanaan negosiasi antara GRP, MNLF dan OIC di tahun 1996.