Sunday, 14 November 2010 21:22 PDF Print E-mail
Analis: Upaya Abbas sulit terwujud
Warta

IRWAN SITINJAK
Reporter-In-Training
WASPADA ONLINE

MEDAN – Langkah Mahmoud Abbas dinilai AS sebagai tindakan sepihak dengan gagasannya pergi ke Dewan Keamanan PBB untuk menjamin pengakuan internasional pada negara Palestina.

Menanggapi hal ini, pengamat politik timur tengah dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Surwandono menilai tindakan Abbas merupakan lompatan diplomatik untuk menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Palestina menginginkan perdamaian.

Ini juga merupakan bentuk kekecewaannya terhadap pembangunan permukiman Yahudi di wilayah Palestina yang dijajah Israel di Tepi Barat Sungai Jordan, tempat rakyat Palestina bermaksud mendudukan negara mereka.

“Abbas merasa tidak nyaman dalam dunia internasional, ketidaknyaman itu membuat kesenjangan politik semakin besar antara Palestina dan Israel, sehingga ia ingin dunia internasional bertindak untuk Palestina,” ujar Surwandono, malam ini, kepada Waspada Online.

Surwandono menambahkan bahwa ungkapan Abbas yang mengatakan bahwa dukungan Amerika Serikat pada negara Palestina belum bergerak melebihi “slogan” merupakan cerminan Abbas yang masih pro terhadap Palestina.

Surwandono menilai upaya presiden Palestina itu tidak akan berdampak banyak kepada dunia internasional.

“Itu hanya masih berupa gagasan, bukan tindakan nyata, bisa jadi gagasan itu hanya sebatas wacana saja kedepan tanpa diikuti pelaksanaan,” ujar Suwardono menambahkan.

Sebelumnya, pembicaraan perdamaian dukungan AS yang dimaksudkan untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina melalui pembentukan negara Palestina telah macet September lalu karena perselisihan perihal pembangunan permukiman Yahudi di tanah Palestina yang diduduki Israel.

Pembicaraan tersebut dimulai baru beberapa pekan sebelumnya. Abbas telah menegaskan kembali penentangannya pada dimulainya kembali pembicaraan itu hingga Israel menghentikan semua permukiman di tanah tempat Palestina ingin mendirikan negara mereka.
Editor: ANANTA POLITAN BANGUN
(dat02/wol/antara)