Disusun oleh:
Sugito dan Surwandono

ABSTRAK
Tujuan akhir dari penelitian ini adalah tersusunnya modul peningkatan kapasitas pengurus Rukun Tetangga sebagai agen resolusi konflik horisontal berbasis perkotaan melalui; mengidentifikasi pola-pola dan penyebab konflik horizontal di perkotaan, peran dan kapasitas pengurus Rukun Tetangga dalam penyelesaian konflik horisontal di perkotaan, mengidentifikasi penilaian pengurus Rukun Tetangga di perkotaan sebagai agen resolusi konflik di perkotaan, mengembangkan model penyelesaian konflik horizontal di perkotaan, dan mengembangkan modul dan buku peningkatan kapasitas pengurus Rukun Tetanggat di perkotaan sebagai agen resolusi konflik horizontal berbasis perkotaan.
Pengambilan lokasi penelitian di kota Yogyakarta, terkait dengan meningkatnya frekuensi kekerasan antar komunitas di kota Yogyakarta. Untuk mencapai obyektifikasi, penelitian ini melakukan Focus Group Discussion untuk mengeksplorasi pengalaman yang berstruktur pengurus RT di Kota Yogyakarta dalam menyelesaikan konflik horizontal di perkotaan. Populasi penelitian adalah pengurus RT di Kota Yogyakarta dan teknik pengambilan samplingnya stratified random random sampling.
Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan penyebaran quisioner, wawancara mendalam dan focus group discussion kepada pengurus RT di Kota Yogyakarta. Analisis data dilakukan dengan analisis statistika untuk melihat derajat pengetahuan pengurus RT terhadap konsep dan metode resolusi konflik dalam penyelesaian konflik horizontal di perkotaan. Untuk menyusun modul peningkatan kapasitas pengurus Rukun Tetangga sebagai agen resolusi konflik horizontal berbasis perkotaan akan dilakukan penelitian pustaka untuk menyusun modul, kemudian dikonsultasikan dengan pakar resolusi konflik, melakukan ujicoba secara terbatas, dan kemudian mendesiminasikan modul dan buku resolusi konflik berbasis perkotaaan dengan menempatkan pengurus RT sebagai agen resolusi konflik.

Key Words: Rukun Tetangga, Resolusi Konflik, Agen