Terjemahan harafiah dari Sing Iso Dirembug Yo Dirembug, lan Ojo Sak Geleme Dhewe, adalah jika ada masalah yang bisa untuk diselesaikan maka segera diselesaikan secara baik-baik, dan jangan semaunya sendiri. Nilai ini sejatinya menggambarkan nilai-nilai agraris masyarakat Jawa, yang sesungguhnya lebih dekat dengan nilai harmoni dibandingkan dengan keinginan berkonflik. Terdapat sebuah cara pandang positif dari masyarakat agraris bahwa semua konflik pada dasarnya bisa diselesaikan secara damai, dengan syarat bahwa fihak-fihak yang berkonflik tidak mengikuti keinginannya sendiri saja.
Dalam tradisi wayang, nalar ini banyak diperankan oleh Punokawan, terutama tokoh Semar. Semar merupakan sosok yang sangat mumpuni dalam mendampingi keluarga Pandawa, yang dalam versi wayang digambarkan bahwa Semar sejatinya adalah seorang Dewa yang secara ikhlas hati untuk mendampingi kiprah para kesatria Pandawa untuk menjalankan misi kebenaran dan rahmat bagi alam. Semar senantiasa menanamkan prinsip bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, sesulit dan serumit apapun masalah jika fihak-fihak yang bermasalah tersebut memegang prinsip untuk keinginan berbagi, dan tidak mengikuti hawa nafsunya sendiri maka masalah tersebut akan dapat terurai.
Penyelesaian konflik dengan menggunakan kepala dingin, dan hati yang terbuka, “lembah manah” akan memungkinkan proses membangun regim negosiasi akan berjalan dengan baik. Dalam studi konflik, regim negosiasi dibangun dari range atau interval dari kepentingan yang akan dipertukarkan dalam proses negosiasi. Dalam membangun range negosiasi yang baik, sangat dibutuhkan peran serta fihak ketiga (third parties), sehingga alternatif range negosiasi yang ditawarkan menjadi sangat favorable bagi masing-masing fihak yang berkonflik.
Dalam studi resolusi konflik, kehadiran fihak ketiga yang kompeten dan memiliki netralitas yang tinggi, berkorelasi positif terhadap proses penyelesaian konflik secara damai. Fihak ketiga memiliki peran yang penting dalam penyelesaian konflik, baik dalam mendesain pre-negosiasi yakni dengan memberikan analisis sebab-sebab konflik secara komprehensif, dan pilihan-pilihan penyelesaian yang menguntungkan masing-masing fihak yang berkonflik, mendesain pelaksanaan negosiasi, sehingga melahirkan regim negosiasi yang bisa dijalankan dan efektif bagi penyelesaian konflik, dan melakukan evaluasi dan monitoring terhadap implementasi hasil negosiasi.