Dalam survai ditemukan bahwa responden mengetahui bahwa dalam nilai-nilai Jawa terdapat nilai-nilai yang bisa dieksplorasi sebagai nilai resolusi konflik. Ada sekitar 47% menyatakan bahwa mereka mengetahui dan yakin bahwa nilai Jawa dapat diimplementasikan dalam politik, dan berpengaruh terhadap de-eskalasi dari konflik politik. Bahkan pandangan ini tercermin dari pandangan John Keban, yang sejatinya bukan orang Jawa melainkan orang Flores. Bahwa nilai merupakan asset berharga yang bisa digali bagi kehidupan politik yang lebih baik.

Diagram

Sumber: Data Primer
Hal senada juga disampaikan oleh Suharwanto, yang sejatinya adalah sarjana Tehnik, namun dengan kapasitas untuk mengelola dinamika politik berbasiskan nilai Jawa, memungkinkannya menjadi ketua DPD PAN Kabupaten Bantul dan sekarang menjadi anggota DPRD Propinsi Yogyakara. Nilai Jawa dalam pandangannya merupakan asset bagi masyarakat Jawa untuk bisa mengelola demokrasi.
Dari 10 nilai Jawa yang ditawarkan dalam penelitian ini, para peserta FGD, melihat bahwa nilai Jawa sebagai nilai yang bisa dieksplorasi lebih jauh, dan dikomunikasikan satu sama lain dalam pola kehidupan di masyarakat. Yang juga tak kalah pentingnya, nilai-nilai tersebut harus juga disemikan ke dalam generasi muda, yang sudah semakin luntur kefahamannya terhadap nilai Jawa.