Dalam konteks penyelesaian politik melalui proses politik dimaknai sebagai penyelesaian dengan menggunakan cara-cara damai dengan mempertimbangkan derajat representasi dalam politik. Semakin partai politik menempati posisi representasi yang kuat di mata public, maka partai politik tersebut memiliki otoritas yang lebih. Terdapat sekitar 67% responden yang menyatakan bahwa penyelesaian konflik melalui proses politik sangat penting, namun ada sekitar 23% responden menyatakan biasa-biasanya. Bahkan ada sekitar 4% menyatakan tidak penting.
Diagram
Penyelesaian melalui proses politik

Sumber: data Primer

Banyaknya responden yang menyatakan kekecewaan proses penyelesaian politik melalui proses politik, lebih disebabkan oleh fenomena bahwa proses politik dimaknai dalam makna minor yakni politik dagang sapi atau transaksional, yang terkadang kemudian tidak mencerminkan kepentingan public. Partai politik hanya menjadi arena dagang sapi. Pernyataan ini disampaikan dari anggota DPC PPP Sleman, bahwa banyak proses politik di Parlemen seringkali mencederai hati nurani masyarakat karena dominannya proses politik yang tidak berbasiskan kepentingan masyarakat.
Namun, mayoritas responden responden sekitar 72% menyatakan bahwa penyelesaian politik dalam konteks partai politik adalah sesuatu yang lumprah. Partai politik yang memiliki representasi yang besar dalam politik, akan memiliki peluang yang besar untuk mengartikulasikan kepentingannya dalam bentuk produk-produk politik. Perkara politik bukanlah semata-mata perkara, elok tidak elok, ataupun ukuran normative lainnya. Pernyataan demikian banyak disampaikan oleh partai politik yang memiliki kursi besar di propinsi DIY, seperti PAN, ataupun Golkar.