Nilai Ngono Yo Ngono Ning Ojo Ngono diusulkan dalam forum FGD oleh Suharwanto, sebagai salah satu nilai yang memiliki relevansi yang tinggi sebagai nilai resolusi konflik. Menurut pengalaman politiknya, nilai ini sering digunakan untuk memecah kebuntuan perbincangan politik yang mulai memanas dan tidak memiliki arah yang jelas karena dominannya politik “ngotot” atau mau menangnya sendiri. Nilai ini sering digunakan sebagai “joke”, sehingga fihak yang menjadi sasaran “joke” tersebut akan tidak enak sendiri.
Pandangan Suharwanto ini juga didukung oleh semua peserta FGD, bahwa dalam konteks di Yogyakarta, nilai Jawa sangat sering dipraktekkan oleh hampir semua aktivis partai politik. Nilai memang sangat pas dalam tekstur politik di Yogyakarta, dan memiliki keterdekatan makna dengan prinsip moderasi dalam demokrasi. Pandangan dari Agus Subagyo dari Golkar, menyatakan bahwa nilai ini memiliki daya kritis tersendiri dalam politik yang bersifat transaksional. Politik bukan untuk diri sendiri saja, namun juga untuk fihak lain. Bahkan menurut pengalaman pribadinya, posisi bendahara DPC Partai Golkar Kabupaten Bantul, diperolehnya karena juga menerapkan prinsip ini tatkala berkonflik.